Rayakan Hari Spesial Anda dengan Paket Nasi Tumpeng

Hanya dari Nasi Kentjana – Spesialis Nasi Indonesia

Nasi Tumpeng cocok untuk berbagi di acara Arisan, Ulang Tahun, Grand Launching, Pengajian, Perayaan serta acara spesial lainnya

Nasi Kentjana sejak 2010 sudah melayani area Jakarta dan Bekasi dengan penyajian Nasi Tumpeng yang lengkap dan enak untuk dinikmati.  Nasi Tumpeng bisa digunakan untuk berbagai perayaan dan juga bisa dijadikan sebagai hadiah seperti hadiah ulang tahun atau untuk acara seperti pengajian, arisan atau peresmian. Kami selalu memberikan pelanggan kami pelayanan terbaik serta harga nasi tumpeng  terhemat.

Anda bisa memilih dari beberapa jenis menu serta harga Nasi Tumpeng dengan scroll ke bawah atau klik ke  Tumpeng Hemat ; Tumpeng Super ; Tumpeng Extra ; Kue Tampah & Tumpeng Mini (BARU!)

Harga Paket Nasi Tumpeng dari Nasi Kentjana

Nasi Tumpeng Hemat Nasi Kentjana

NASI TUMPENG HEMAT

Nasi Kuning, Ayam Goreng, Sambal Goreng Ati, Orek Tempe, Kacang Teri, Mie Goreng, Dadar Telur, Urap dan Serundeng

Klik tombol Whatsapp di layar Anda untuk Order

Porsi Harga
20 Porsi Rp 500,000
30 Porsi Rp 650,000
40 Porsi RP 800,000
50 Porsi Rp 1,000,000

4 Langkah Mudah dengan Nasi Kentjana

Pilih Paket Menunya

Hubungi
Kami

Lakukan Pembayaran

Konfirmasi Pengiriman

Nasi Tumpeng Super Nasi Kentjana

NASI TUMPENG SUPER

Nasi Kuning, Ayam Bumbu Rujak, Telur Balado, Kacang Teri, Bakwan Sayur, Kentang Balado, Mie Goreng, Urap & Serundeng

Klik tombol Whatsapp di layar Anda untuk Order

Porsi Harga
20 Porsi Rp 650,000
30 Porsi Rp 800,000
40 Porsi RP 950,000
50 Porsi Rp 1,100,000
Nasi Tumpeng Extra Nasi Kentjana

NASI TUMPENG EXTRA

Nasi Kuning, Empal Daging, Tahu & Tempe Bacem, Kacang Teri, Mie Goreng, Telur Dadar, Urap & Serundeng

Klik tombol Whatsapp di layar Anda untuk Order

Porsi Harga
20 Porsi Rp 750,000
30 Porsi Rp 850,000
40 Porsi RP 1,150,000
50 Porsi Rp 1,350,000
Kue Tampah Tradisional

KUE TAMPAH

Klik tombol Whatsapp di layar Anda untuk Order

Porsi Harga
75 pcs 175.0
100 pcs 210.0

Menu Nasi Tumpeng Mini

Nasi Tumpeng Mini Ala Bali
Menu Nasi Tumpeng Mini 22 cm

Harga berlaku untuk ukuran 15cm, cukup tambahkan Rp 10rb utk ukuran 32cm. Klik disini untuk detil menu

Mini Jamblangan

Nasi Gurih, Empal Kuah Semur, Kentang Semur, Tahu Semur, Orek Tempe, Telur Kecap

31.0

Mini Bali Balian

Nasi Kuning, Ayam Pedas Suwir, Empal Suwir, Kentang Balado, Ayam Lilit, Kacang Goreng, Telur Dadar

31.0

Mini Surabayaan

Nasi Kuning, Ayam Goreng Suwir, Kering Tempe Manis, Kentang Balado, Dadar Telur

31.0

Mini Boganaan

Nasi Gurih, Ayam Opor Suwir, Orek Tempe Kacang Panjang, Sambal Goreng Ati, 1/2 Telur Goreng

31.0

Mini Langgian

Nasi Gurih, Empal Suwir, Sambal Goreng Ati, Orek Tempe, Kentang Balado, Dadar Telur

32.0

Mini Pantura

Nasi Daun Jeruk, Empal Suwir, Cumi Asin Cabe Ijo, Jambal Kering, Balado Kentang, Telur Kecap

33.0

Layanan Katering untuk diambil & diantar

Nasi Kotak Menu Paket D - Nasi Kentjana

Menu Nasi Kotak

Nasi Kotak lengkap dengan lauk, kerupuk, pisang dan air mineral gelas

Nasi Tumpeng Hemat Nasi Kentjana

Menu Tumpeng & Kue

Nasi Tumpeng ukuran normal serta mini, dan Kue Tampah

Nasi Bogana

Menu Nasi Bungkus Daun

Nasi khas Indonesia dari berbagai daerah dalam bungkus daun pisang

Mengapa Nasi Tumpeng?

Tumpeng adalah cara menyajikan nasi beserta lauk-pauknya yang dibentuk kerucut; karena menggunakan nasi maka akhirnya disebut ‘nasi tumpeng’. Olahan nasi yang dipakai umumnya nasi kuning, namun bisa juga digunakan nasi putih biasa atau nasi uduk. Cara penyajian nasi ini khas Jawa atau masyarakat Betawi keturunan Jawa dan biasanya dibuat pada saat perayaan  penting. Meskipun demikian, masyarakat Indonesia mengenal kegiatan ini secara umum, seperti acara pengajian, ulang tahun, peresmian, pencapaian target ataupun perayaan lainnya

Tumpeng biasa disajikan di atas tampah (wadah bundar tradisional dari anyaman bambu) dan dialasi daun pisang

Masyarakat di pulau Jawa, Bali dan Madura memiliki kebiasaan membuat tumpeng untuk kenduri atau merayakan suatu peristiwa penting,seperti perayaan kelahiran atau ulang tahun serta berbagai acara syukuran lainnya. Meskipun demikian kini hampir seluruh rakyat Indonesia mengenal tumpeng. Falsafah tumpeng berkait erat dengan kondisi geografis Indonesia, terutama pulau Jawa, yang dipenuhi jajaran gunung berapi. Tumpeng berasal dari tradisi purba masyarakat Indonesia yang memuliakan gunung sebagai tempat bersemayam para hyang, atau arwah leluhur (nenek moyang). Setelah masyarakat Jawa menganut dan dipengaruhi oleh kebudayaan Hindu, nasi yang dicetak berbentuk kerucut dimaksudkan untuk meniru bentuk gunung suci Mahameru, tempat bersemayam dewa-dewi.

Meskipun tradisi tumpeng telah ada jauh sebelum masuknya Islam ke pulau Jawa, tradisi tumpeng pada perkembangannya diadopsi dan dikaitkan dengan filosofi Islam Jawa, dan dianggap sebagai pesan leluhur mengenai permohonan kepada Yang Maha Kuasa. Dalam tradisi kenduri Slametan pada masyarakat Islam tradisional Jawa, tumpeng disajikan dengan sebelumnya digelar pengajian Al Quran. Menurut tradisi Islam Jawa, “Tumpeng” merupakan akronim dalam bahasa Jawa : yen metu kudu sing mempeng (bila keluar harus dengan sungguh-sungguh). Lengkapnya, ada satu unit makanan lagi namanya “Buceng”, dibuat dari ketan; akronim dari: yen mlebu kudu sing kenceng (bila masuk harus dengan sungguh-sungguh) Sedangkan lauk-pauknya tumpeng, berjumlah 7 macam, angka 7 bahasa Jawa pitu, maksudnya Pitulungan (pertolongan). Tiga kalimat akronim itu, berasal dari sebuah doa dalam surah al Isra’ ayat 80: “Ya Tuhan, masukanlah aku dengan sebenar-benarnya masuk dan keluarkanlah aku dengan sebenar-benarnya keluar serta jadikanlah dari-Mu kekuasaan bagiku yang memberikan pertolongan”. Menurut beberapa ahli tafsir, doa ini dibaca Nabi Muhammad SAW waktu akan hijrah keluar dari kota Mekah menuju kota Madinah. Maka bila seseorang berhajatan dengan menyajikan Tumpeng, maksudnya adalah memohon pertolongan kepada Yang Maha Pencipta agar kita dapat memperoleh kebaikan dan terhindar dari keburukan, serta memperoleh kemuliaan yang memberikan pertolongan. Dan itu semua akan kita dapatkan bila kita mau berusaha dengan sungguh-sungguh.[butuh rujukan]

Tumpeng merupakan bagian penting dalam perayaan kenduri tradisional. Perayaan atau kenduri adalah wujud rasa syukur dan terima kasih kepada Yang Maha Kuasa atas melimpahnya hasil panen dan berkah lainnya. Karena memiliki nilai rasa syukur dan perayaan, hingga kini tumpeng sering kali berfungsi menjadi kue ulang tahun dalam perayaan pesta ulang tahun.

Dalam kenduri, syukuran, atau slametan, setelah pembacaan doa, tradisi tak tertulis menganjurkan pucuk tumpeng dipotong dan diberikan kepada orang yang paling penting, paling terhormat, paling dimuliakan, atau yang paling dituakan di antara orang-orang yang hadir. Ini dimaksudkan untuk menunjukkan rasa hormat kepada orang tersebut. Kemudian semua orang yang hadir diundang untuk bersama-sama menikmati tumpeng tersebut. Dengan tumpeng masyarakat menunjukkan rasa syukur dan terima kasih kepada Tuhan sekaligus merayakan kebersamaan dan kerukunan.[1]

Acara yang melibatkan nasi tumpeng disebut secara awam sebagai ‘tumpengan’. Di Yogyakarta misalnya, berkembang tradisi ‘tumpengan’ pada malam sebelum tanggal 17 Agustus, Hari Proklamasi Kemerdekaan Indonesia, untuk mendoakan keselamatan negara.

 

dirangkum dari WIKIPEDIA